Textile, Fashion dan Asal Usul

 Textile, Fashion dan Asal Usul.


Bayangkan… ribuan tahun lalu, manusia pertama kali tidak mengenal kain atau busana seperti yang kita pakai hari ini. Mereka melindungi tubuhnya dengan kulit hewan, daun, dan serat alami. Fungsinya sederhana: sekadar bertahan hidup dari dingin, panas, atau bahaya alam.

Sejarah Awal Pakaian
Manusia pertama kali menggunakan kulit hewan, daun, dan serat alami untuk melindungi tubuh dari cuaca dingin, panas, dan bahaya alam. Jadi, fungsi awal pakaian bukan estetika, tapi perlindungan dan kebutuhan praktis. Namun, lambat laun, manusia mulai menemukan cara mengolah serat.

Gua Dzudzuana, Georgia (eropa Timur)


Bukti tertua pemintalan serat ditemukan di Gua Dzudzuana, Georgia (Eropa Timur), sekitar 30.000 tahun lalu, berupa sisa serat linen. Dari sinilah awal tekstil mulai terlihat.


Terbuat dari Linen dari tanaman

Di Mesir Kuno, mereka membuat linen dari tanaman flax. Revolusi Tekstil tercatat dibeberapa tempat seperti Mesir Kuno (±5000 SM) Mereka mengembangkan linen dari tanaman flax. Pakaian linen putih menjadi simbol kesucian dan status sosial. di Mesopotamia (±4000 SM) Orang Sumeria sudah menenun kain wol dari domba, menandai awal industri wol. 

Tiongkok - Kain Sutra


Sedangkan Tiongkok (±3000 SM) Kain sutra ditemukan dan dijadikan komoditas berharga. Inilah cikal bakal Jalur Sutra. Jadi, tiga pusat tekstil tertua dunia: Mesir (linen), Mesopotamia (wol), Tiongkok (sutra). hal inilah yang memicu terbentuknya Jalur Sutra—jalur perdagangan yang menghubungkan Timur dan Barat.

Lahirnya Gagasan Fashion
Lahirnya “Fashion Modern” Prancis, abad ke-17 – 18 (Louis XIV di Versailles) Raja Louis XIV dikenal sebagai “Raja Matahari” yang menjadikan pakaian dan gaya sebagai simbol kekuasaan. Dari sinilah muncul istilah “Haute Couture” (busana adibusana).

Masuk Abad ke-19 Charles Frederick Worth (Inggris, tapi berkarya di Prancis) disebut “Bapak Fashion Modern” karena mendirikan rumah mode pertama di Paris sekitar tahun 1858. Ia yang memperkenalkan ide desainer busana dan koleksi musiman.

Abad ke - 19


📌 Ringkasan Timeline
1858 (Prancis) – Charles Frederick Worth, bapak fashion modern. Zaman Prasejarah (sekitar 100.000 – 500.000 tahun lalu)


Serat Tertua

Seiring waktu, pakaian tidak lagi sekadar melindungi tubuh. Seperti Di Yunani dan Romawi, toga dan himation bukan hanya busana, melainkan simbol identitas dan status sosial.

Yunani & Romawi Kuno (500 SM – 400 M) pada masa ini pakaian bukan hanya perlindungan, tapi simbol status, identitas, dan gaya. Misalnya toga Romawi yang berbeda warna sesuai jabatan.

Romawi

Abad Pertengahan (500–1400 M) Di Eropa, pakaian mulai dihiasi bordir, warna, dan bentuk berbeda antar kelas sosial. Raja & bangsawan mulai punya “tren busana”. sedangkan Renaissance (1400–1600 M, Italia & Prancis) Inilah titik penting lahirnya fashion sebagai seni. Desain pakaian mulai dibuat khusus untuk bangsawan, dengan detail rumit dan siluet khas.

Lalu, di masa Renaissance di Italia dan Prancis, pakaian mulai diperlakukan sebagai seni. Gaun megah dan pakaian bangsawan penuh detail indah menunjukkan betapa besar pengaruh mode dalam masyarakat.

Puncaknya tiba di Prancis, abad ke-17, di bawah Raja Louis XIV di Versailles. Ia menjadikan pakaian sebagai simbol kekuasaan. Dari sinilah lahir istilah haute couture—busana adibusana, yang dirancang khusus untuk menunjukkan kemewahan dan status.


Adi Busana

Dari kulit hewan di zaman prasejarah, hingga haute couture Paris… perjalanan fashion adalah kisah manusia yang selalu ingin lebih dari sekadar berpakaian—kita ingin mengekspresikan diri, identitas, dan mimpi melalui kain yang kita kenakan.

  1. Prasejarah – kulit & daun untuk perlindungan.

  2. 5000–3000 SM – linen Mesir, wol Mesopotamia, sutra Tiongkok.

  3. 500 SM – 400 M – Yunani & Romawi pakai pakaian sebagai identitas.

  4. 1400–1600 M – Renaissance: fashion jadi seni & simbol status.

  5. Abad ke-17/18 (Prancis) – Louis XIV & Versailles, lahirnya haute couture.


-Galuh-


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Analogy Pastry & Bistro

Kerajaan Kutai Martapura

Ratu Tribhuwana Tunggadewi adalah Gerbang Emas dari Kerajaan Majapahit