Textile, Fashion dan Asal Usul
Textile, Fashion dan Asal Usul.
Bayangkan… ribuan tahun lalu, manusia pertama kali tidak mengenal kain atau busana seperti yang kita pakai hari ini. Mereka melindungi tubuhnya dengan kulit hewan, daun, dan serat alami. Fungsinya sederhana: sekadar bertahan hidup dari dingin, panas, atau bahaya alam.
Serat Tertua
Seiring waktu, pakaian tidak lagi sekadar melindungi tubuh. Seperti Di Yunani dan Romawi, toga dan himation bukan hanya busana, melainkan simbol identitas dan status sosial.
Yunani & Romawi Kuno (500 SM – 400 M) pada masa ini pakaian bukan hanya perlindungan, tapi simbol status, identitas, dan gaya. Misalnya toga Romawi yang berbeda warna sesuai jabatan.
Abad Pertengahan (500–1400 M) Di Eropa, pakaian mulai dihiasi bordir, warna, dan bentuk berbeda antar kelas sosial. Raja & bangsawan mulai punya “tren busana”. sedangkan Renaissance (1400–1600 M, Italia & Prancis) Inilah titik penting lahirnya fashion sebagai seni. Desain pakaian mulai dibuat khusus untuk bangsawan, dengan detail rumit dan siluet khas.
Lalu, di masa Renaissance di Italia dan Prancis, pakaian mulai diperlakukan sebagai seni. Gaun megah dan pakaian bangsawan penuh detail indah menunjukkan betapa besar pengaruh mode dalam masyarakat.
Puncaknya tiba di Prancis, abad ke-17, di bawah Raja Louis XIV di Versailles. Ia menjadikan pakaian sebagai simbol kekuasaan. Dari sinilah lahir istilah haute couture—busana adibusana, yang dirancang khusus untuk menunjukkan kemewahan dan status.
Dari kulit hewan di zaman prasejarah, hingga haute couture Paris… perjalanan fashion adalah kisah manusia yang selalu ingin lebih dari sekadar berpakaian—kita ingin mengekspresikan diri, identitas, dan mimpi melalui kain yang kita kenakan.
Prasejarah – kulit & daun untuk perlindungan.
5000–3000 SM – linen Mesir, wol Mesopotamia, sutra Tiongkok.
500 SM – 400 M – Yunani & Romawi pakai pakaian sebagai identitas.
1400–1600 M – Renaissance: fashion jadi seni & simbol status.
Abad ke-17/18 (Prancis) – Louis XIV & Versailles, lahirnya haute couture.

Komentar